Setiap
manusia adalah anak dari jerih payahnya. Semakin keras berusaha, semakin pantas
ia jaya. Cita-cita yang tinggi dapat mengangkatnya ke derajat yang tinggi.
Semakin keras berkemauan, semakin terang derajat itu. Tak ada langkah mundur bagi
orang yang ingin maju. Tak ada kemajuan bagi orang yang menghendaki mundur.
manusia adalah anak dari jerih payahnya. Semakin keras berusaha, semakin pantas
ia jaya. Cita-cita yang tinggi dapat mengangkatnya ke derajat yang tinggi.
Semakin keras berkemauan, semakin terang derajat itu. Tak ada langkah mundur bagi
orang yang ingin maju. Tak ada kemajuan bagi orang yang menghendaki mundur.
Jangan
remehkan siasat sesuatu yang (tampak) lemah. Terkadang, ular ganas mati oleh
racun kalajengking. Ternyata, burung Hudhud sanggup menumbangkan singgasana
ratu Bulqis, dan liang tikus mampu meruntuhkan bangunan kokoh.
remehkan siasat sesuatu yang (tampak) lemah. Terkadang, ular ganas mati oleh
racun kalajengking. Ternyata, burung Hudhud sanggup menumbangkan singgasana
ratu Bulqis, dan liang tikus mampu meruntuhkan bangunan kokoh.
Sudah
menjadi tabiat waktu, membahagiakan satu pihak akan menyedihkan pihak lainnya.
menjadi tabiat waktu, membahagiakan satu pihak akan menyedihkan pihak lainnya.
Begitulah
waktu menentukan takdir untuk penghuninya (manusia). Musibah bagi sekelompok
orang adalah keberuntungan bagi kelompok lain. Aku sudah mafhum dengan kelakuan
zaman yang sekilas ini: keburukannya merupakan kritik, sedangkan kebaikannya
hanyalah janji.
waktu menentukan takdir untuk penghuninya (manusia). Musibah bagi sekelompok
orang adalah keberuntungan bagi kelompok lain. Aku sudah mafhum dengan kelakuan
zaman yang sekilas ini: keburukannya merupakan kritik, sedangkan kebaikannya
hanyalah janji.
Ketika
debu kavaleri berhamburan, aku justru menghirup keharuman yang melampaui wangi
kemenyan. Semir mata pedang dan gelas-gelas di meja rapatku pun menjelma
tengkorak para pembesar (musuh) yang rakus kejayaan.
debu kavaleri berhamburan, aku justru menghirup keharuman yang melampaui wangi
kemenyan. Semir mata pedang dan gelas-gelas di meja rapatku pun menjelma
tengkorak para pembesar (musuh) yang rakus kejayaan.
Semoga
Allah melimpahkan kebaikan pada setiap manusia yang belum saling sayang dan
saling kenal. Tak pernah aku mengeluh dan diterpa kesulitan kecuali dari orang
yang sudah aku kenal.
Allah melimpahkan kebaikan pada setiap manusia yang belum saling sayang dan
saling kenal. Tak pernah aku mengeluh dan diterpa kesulitan kecuali dari orang
yang sudah aku kenal.
Saat
bunda melahirkanmu, engkau menangis, sementara orang-orang sekeliling
menyambutmu dengan tawa gembira. Berjuanglah, hingga saat mautmu tiba, mereka
manangis, sementara engkau tertawa ria.
bunda melahirkanmu, engkau menangis, sementara orang-orang sekeliling
menyambutmu dengan tawa gembira. Berjuanglah, hingga saat mautmu tiba, mereka
manangis, sementara engkau tertawa ria.
(Kutipan
pernyataan Kyai Haji Abdul Wahid Hasjim dalam
buku berjudul “Mengapa Saya Memilih Nahdlatul Ulama”)
pernyataan Kyai Haji Abdul Wahid Hasjim dalam
buku berjudul “Mengapa Saya Memilih Nahdlatul Ulama”)




